Tawasul

5 July 2006 at 9:22 am | Posted in Fiqih | 12 Comments

Tawassul secara bahasa adalah mendekatkan diri kepada sesuatu dengan perantaraan sesuatu. Maksudnya adalah mendekatkan diri kepada Alloh SWT dengan mengerjakan apa-apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa-apa yang diharamkan. Allah SWT memerintahkan kita untuk bertawassul dalam beribadah.

Firman Allah SWT :Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS Al-Maidah : 35 )

Tawassul terbagi dua; tawassul masyru? atau tawassul yang diperbolehkan untuk dilaksanakan dan tawassul mamnu? atau tawassul yang dilarang.

Tawassul Masyru?

  1. Bertawassul kepada Alloh dengan nama-nama Alloh SWT atau sifat-sifat-Nya.

    Allah SWT berfirman:

?Hanya milik Allah asmaa-ul husna , maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna? ( QS. Al-A?raf : 180)

Tawassul tersebut dapat dilakukan dengan cara menyebut nama-nama atau sifat-sifat Alloh. Contohnya Anda berdo?a : Allohumma Inni As Aluka Bi Asmaaika Al-Husna An Taghfiroli.

  1. Bertawassul dengan cara memuji Alloh dan bersholawat kepada Nabi dipermulaan do?a.

    Hadits Rasulullah SAW :

Dari Fudholah bin ?Ubaid dari Nabi SAW, beliau mendengar sesorang berdo?Allah SWT dalam sholatnya tidak memuji Alloh dan bersholwat kepada Rasulullah SAW terlebih dahulu. Beliau berkata : ?Orang itu tergesa-gesa? Kemudian memanggilnya dan berkata padanya: ?Apabila salah seorang diantar kamu sholat hendaklah dia memulai dengan bertahmid kepada Alloh dan memuji pada-Nya kemudian bersholawatlah pada Rasulullah SAW Kemudian setelah itu berdo?alah sesuai dengan keinginanmu? Fudholah berkata: dan Rasulullah SAW pernah mendengar sesorang sedang sholat kemudian ia memuji Alloh dan bertahmid pada-Nya serta bersholawat kepada kepada Nabi Muhammad SAW, maka beliau berkata padanya: ?Berdo?alah engkau pasti diijabah dan mintalah engkau pasti dipenuhi? (HR Ahmad 6/18, Abu Daud No. 1481, Tirmidzi No. 3476 dan 3477, Nasa?i 3/44 dan 45, Ibnu Hibban No. 1960 dengan sanad hasan)  

  1. Bertawassul kepada Alloh SWT dengan menyebut Janji-Nya.

    Hal tersebut sebagaimana firman Alloh SWT :

?Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.” (QS. Ali Imron :194)

Oleh karena itu kita boleh juga berdo?a : Allohumma Innaka Wa?adta Man Daa?ka Bil-Ijabati, Fastafib Du?aaii (Ya Alloh engkau telah menjanjikan kepada orang yang berdo?Allah SWT pada-MU akan dipenuhi, maka penuhilah do?aku ini).

  1. Bertawassul kepada Alloh dengan perbuatan-perbuatan-Nya (Af?aal)

    Sesorang boleh saja berdoa : ?Ya Alloh Wahai Dzat yang pernah menolong Muhammad SAW pada hari Badar maka tolonglah kami ata orang-orang yang kafir?. Hal ini sebagimana doa yang dibaca ketika tahiyyat.

  2. Bertawassul kepada Alloh dengan ibadah, baik ibadah hati, perbuatan maupun ucapan.

    Hal tersebut sebagaimana firman Alloh SWT:

?Sesungguhnya, ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdo’a : “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik.? (QS. Al-Mu?minun: 109).

Hal tersebut juga pernah dilakukan oleh tiga orang yang masuk ke dalam goa yang pintunya tertutup longsoran batu, ketiganya bertawassul dengan amal sholeh yang terbaik yang pernah mereka lakukan agar Alloh SWt menyelamatakan mereka semua. (HR Bukhori No. 2215 dan 2272, Muslim NO. 2743)

  1. Bertawassul kepada Alloh dengan menyebut keadaan dirinya baha ia sangat membutuhkan rahmat dan pertolongan Alloh SWT.

    Hal tersebut sebagaimana pernah dilakukan oleh Nabi Musa AS. :

Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku? (QS. Al-Qoshosh : 24 ).  

  1. Bertawassul dengan doa orang sholih dengan harapan agar Alloh memperkenankan doa orang tersebut.

    Dengan syarat orang tersebut adalah seorang muslim yang masih hidup. Hal tersebut pernah dilakukan oleh Anak-anak Nabi Ya?kub AS :

“Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah “. (QS. Yusuf : 97)

Hal tersebut juga pernah dilakukan oleh seorang sahabat yang meminta kepada Rasulullah SAW agar memohon kepada Alloh supaya Ia menurunkan hujan (HR Bukhori No. 1013 dan Muslim 897)

Tawassul Yang Terlarang :

  1. Bertawassul dengan perantaraan orang-orang yang mati, meskipun orang tersebut adalg orang yang sholeh.
  2. Bertawassul kepada benda-benda mati.

Tawassul kepada orang yang sudah mati adalah perbuatan yang dilarang dalam Islam, karena mereka yang sudah mati tentu tidak bisa dijadikan perantaraan kepada Allah. Walau pun orang yang sudah mati itu orang shaleh sekalipun. Orang yang telah meninggal dunia memiliki kesibukan tersendiri dan juga memiliki posisi tersendiri pula.

Allah sudah memerintahkan kita untuk berdoa langsung kepada-Nya, karena Allah itu Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Sehingga tidak ada permintaan atau doa yang tak didengar-Nya. Hanya masalahnya, apakah semua doa dan permintaan itu pasti dikabulkan saat itu juga ? Tentu semua terpulang kepada Allah SWT.

Terkabulnya doa dan permintaan kepada Allah tidak bisa dipengaruhi oleh orang lain. Apalagi oleh orang yang sudah wafat. Karena setiap orang memiliki urusan dan hubungan tersendiri dengan Allah. Kalau mau minta sesuatu, maka mintalah langsung kepada-Nya dan jangan gunakan perantaraan orang lain.

Datang ke kuburan dengan niat menjadikan ruh yang ada di kuburan itu sebagai perantara doa kita kepada Allah SWT adalah contoh tawassul yang dilarang. Apalagi bila mintanya bukan kepada Allah tapi malah kepada arwah mayat orang dalam kubur itu, maka jelas ini perbuatan syirik yang nyata.

Praktek seperti ini sayangnya masih sering terjadi di dunia Islam, bahkan lebih buruk lagi, yang diminta malah nomer judi buntut, atau minta panjang jodoh, murah rezeki, dagangan laris dan usaha lancar. Atau minta pengasih dan pelet agar bisa menggaet wanita atau pria lain. Sungguh merupakan pelanggaran atas larangan yang berlapis-lapis Apakah Hadist dibawah ini shahih? Sayyidina Umar sendiri pernah bertawassul kepada orang yang lebih rendah daripada Nabi yaitu Sayyidina Abbas RA (bapak saudar Nabi SAW). Hadits ini ada di dalam kita Fathul Bahri muka surat 150: “Dari Anas bin Malik, bahwa Sayyidina Umar RA apabila mereka ditimpa kemarau dia memohon hujan dengan bertawassulkan Abbas bin Abdul Muthalin dengan
katanya: Ya Allah, saya telah bertawassul kepada Engkau dengan Nabi kami maka Engkau telah turunkan hujan, dan sekarang kami bertawassul kepada Engkau denga bapa saudara Nabi. Maka kami turunkanlah hujan itu”. Maka turunlah hujan diatas mereka (Riwayat Bukhari) 
Hadis di atas memang shohih diriwayatkan oleh Imam Bukhori dari sahabat Anas bin Malik Ra. Untuk lebih jelasnya anda buka shohih Bukhori Jilid I halaman 342 No. 964 Bab Orang-orang meminta kepada imam supaya Allah menurunkan hukan jika terjadi musim kemarau dan Jilid III halaman 1360 No. 3507 Bab penyebutan nama Al-Abbas bin Abdul-Muthalib.

Hadis di atas menegaskan tentang kebolehan bertawassul dengan orang yang sholeh serta masih hidup dan orang tersebut hadir pada saat bertawassul. 
Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

12 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. biar adil kita liat pendapat yang lain:
    http://agusza.wordpress.com/2007/03/28/hukum-berdoa-dengan-tawassul/

  2. saya kurang setuju dgn pernnyataan tsb,dalam ajaran islam sebenarnya telah mengajarkan bahwa tawasul tsb boleh dgn siapapun, asal jika dgn orang yang sudah meninggal kita tidak boleh memohon dgn orang yang telah meninggal tsb,namun kita mohon agar orang tsb agar mendoakan kita oada Allah SWT ,agar tidak menimbulkan bid’ah

  3. saya setuju dengan pendat mas awan diatas bahwa sebenarnya tawasul itu diperbolehkan dalam islam sebagai penghubung atau jalan kepada allah agar segala sesuatu yang kita minta mudah terkabulkan.

  4. Tawasul diperbolehkan dengan siapapun yang masih hidup maupun yang sudah mati, bahkan terhadap benda mati.

    Tak ada pula yg membedakan antara tawassul pada yg hidup dan mati, karena tawassul adalah berperantara pada kemuliaan seseorang, atau benda dihadapan Allah, bukanlah kemuliaan orang atau benda itu sendiri, dan tentunya kemuliaan orang dihadapan Allah tidak sirna dg kematian, justru mereka yg membedakan bolehnya tawassul pada yg hidup saja dan mengharamkan pada yg mati, maka mereka itu malah dirisaukan akan terjerumus pada kemusyrikan karena menganggap makhluk hidup bisa memberi manfaat, sedangkan akidah kita adalah semua yg hidup dan yg mati tak bisa memberi manfaat apa apa kecuali karena Allah memuliakannya,
    bukan karena ia hidup lalu ia bisa memberi manfaat dihadapan Allah, berarti si hidup itu sebanding dg Allah??, si hidup bisa berbuat sesuatu pada keputusan Allah??,

    tidak saudaraku..Tak ada perbedaan dari yang hidup dan dari yang mati dalam memberi manfaat kecuali dengan izin Allah swt. Yang hidup tak akan mampu berbuat terkecuali dengan izin Allah swt dan yang mati pun bukan mustahil memberi manfaat bila memang di kehendaki oleh Allah swt.

    dikutip dari “kenalilah akidahmu” oleh Habib Munzir Almusawa

  5. Tawasul dengan menyebutkan orang yang sudah wafat pernah dilakukan oleh Rasulullah. Demikian pula tawasul dengan orang yang belum lahir. Penjelasan rinci dapat dilihat di URL ini: http://kawansejati.ee.itb.ac.id/perantara-tawasul

  6. Disini sy sebagai orang yg tadinya ingin mengetahui tentang tawasul jadi ingin memberi komentar khususnya boleh dan tdk bolehnya bertawasul ke makam atau orang yg sdh wafat (ke makam)
    Setahu saya ke makam itu diperbolehkan hanya bertujuan utk mengingat kematian dan mendoakan kpd yg sdh meningal meskipun kemakam Rosul.
    Jadi saya mengambil hikmah dari 2 pendapat yg diperboleh yaitu tawasul kepada orang yg masih hidup dan utk menghindari fitnah.Saya mempunyai teman memberi tau kpd saya apabila berdoa kpd Allah tdk cepat sampai kecuali melalui perantara Wali atau guru yg sdh meninggal …. apa iya.
    Dmk maaf apabila kurang berkenan.

  7. ditest saja, doa jenis mana yang lebih cepat terkabul:
    – doa tanpa tawasul
    – doa dengan tawasul

  8. Yg mgtakan twsl dgn yg mati=sombong/tak tau dr,emang ibadah loe udah bnr,ibarat kt bs ketemu dg presiden tanpa perantra dg yg dkt presiden mustahil bs ktmu beliau,bgtu jg kt mau doa kt smpai mesti kt lwt perntara yg dkt dg alloh yaitu nbi2,shbt ,auliya,wali.makanya belajar lwt guru jgn asal baca buku,kalau kt bkn tahu mesti bljr dgn yg ahli dibdng tahu,kdg teori tk sesuai dg dikenyataan

  9. Tawassul Yang Terlarang :

    1. Bertawassul dengan perantaraan orang-orang yang mati, meskipun orang tersebut adalg orang yang sholeh.
    2. Bertawassul kepada benda-benda mati.

    bagi penulis Tolong sebutkan dalil2 Al Qur’an, hadits,ijma, qiyas dan kasyaf ttg itu?
    Sdgkan Al Baqarah 154 mengatakan, “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya”, siapa orang2 yg berjuang di jalan Allah numero uno? Rasulullah SAW lah, para sahabat radiallahu anhum, para tabe’in rahimahumullah. Jadi bolehlah tawasul dgn orang2 yg sdh wafat.
    Wahai saudaraku, engkau sholat fardhu 5 waktu, apa yg engkau baca itu? hanya sekedar bacaan Qur’an, do’a dan shalawat saja, oh… kalau hanya begitu… rugilah selama ini kalian sholat… tidak mendapat saripati apa2. Saripati bacaan sholat itu isinya adalah do’a dan tawasul!!! ketika engkau baca tahiyat, apa itu? Assalamu’alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barakaatuh, salam kepada engkau wahai baginda yang mulia Rasululluh SAW, itu mukhotobah, siapa orang yg kita beri salam itu sebenarnya ada dihadapan kita, cuma ilmu dan ruh yg belum sampai aja makanya jadi nolak tawasul kepada org2 yg sudah wafat… aduuh… tobat lah, rintihan org yg bertobat lebih AKU cintai daripada tasbih para Auliya. Barakallah. Selamat Berjuang, rubahlah sifat mazmumah kepada sifat mahmudah, baru terasa nikmatnya Iman,Islam dan Ihsan.

  10. Assalamualaikum warahmatullah.
    Sesiapa yang melarang bertawassul dengan orang-orang yang sudah meninggal, silalah jelasin disini sepanjang mana maunya. Banyak yang menasihati klo mau bertawassul, bertawassullah dengan orang-orang saleh, meskipun mereka udah meninggal. Keterangan mengenai pembolehan bertawassul dengan orang-orang solehi yang udah meninggal itu banyak. Namun, supaya ga keliru dan supaya ga mengelirukan orang lain, yang melarang bertawassul dengan orang-orang soleh yang udah lama meninggalkan dunia itu harus berjumpa dengan ulama-ulama solehin.. Dapatkan sebanyak-banyak ulama.
    Nabi SAW sudah wafat 1400 tahun lebih… Ummatnya BERSELAWAT… Apakah SELAWAT BUKAN TAWASSUL???

    Wasallam. Saya yang cetek ilmu dibikin fahamlah…

  11. Menghormati orang sholeh yang sudah meninggal itu boleh, tapi jangan terlalu berlebihan. Ingat bid’ah itu pintu gerbang menuju kemusyrikan.

  12. Siapa yg mengatakan orang-orang yg mati di jalan ALLAH itu mati ? Tidak… Bahkan mereka itu hidup di sisi ALLAH dan menadapat kebaikan yg melimpah2…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: