sholat qadha’

14 July 2006 at 3:23 pm | Posted in Fiqih | 2 Comments

bagaimana kita tahu sholat apa yang ter-‘utang’ saat suci dari haid?karena ada yang mengatakan, jika kita suci pada waktu ashar, sholat yang harus di-qadha’ adalah dhuhur dan ashar
Salat yang terhutang (harus diqadha) di masa haid adalah:
1. Salat yang waktunya telah tiba dan Anda memiliki waktu yang cukup untuk salat. Namun Anda tidak menunaikannya sampai kemudian haid datang. Misalnya Anda mendapat haid pada pukul 13.00 (waktu zuhur). Sementara Anda belum melaksanakan salat zuhur padahal punya kesempatan untuk melaksanakannya sebelum mendapat haid. Dengan demikian, salat zuhur tersebut menjadi terhutang (harus diqadha).
2. Salat yang tidak segera Anda kerjakan ketika haid Anda telah selesai padahal Anda memiliki waktu yang cukup untuk mengerjakannya. Misalnya haid Anda berhenti pada jam 13. 00 zuhur. Tetapi, Anda tidak segera melaksanakan salat zuhur sampai masuk waktu Asar. Maka salat zuhur tersebut harus diqada.
Wallahu a’lam bi al-shawab.
sumber : http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/9/cn/19080

2 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Bismillah,
    ttg yg ke 2 tuh… kadang suka ga tau tepatnya kita suci jam brp..:( biasanya sih diliat pas mandi.. trs.. kadang pas mandi pagi ga ada.. tnyt pas mandi sore ada lagi (blm bersih).. tp kadang ga ada (dah besih).. klo gitu mestinya kita mandi wajibnya kpn yaaa.. pas mandi paginya ato sorenya..klo mandi paginya.. brarti apa kita wajib menqadha sholat subuh?.. trs klo mandi sore, kita menqadha sholat apa aja tuh?? …
    klo tau jawabannya mohon dijelasin yaa..
    jazakillah khair

  2. Afwan mbak, blum sempat nyari, klo mbak dah dapet … kasih tau yah, jazakillah khoir …
    Tanda suci dari haidh ialah keluarnya cairan bening, ia dikenal oleh setiap wanita -saat terhentinya haidh-. Maka apabila ia melihat cairan bening tersebut sesudah terhentinya darah dan warna kemerah-merahan dan kekuning-kuningan, maka ia wajib segera mandi (bersuci) dari haidh. (Untuk lebih jelasnya, lihat Al-Fatawa An-Nisa\’iyah oleh Syaikh Ibnu Utsaimin.)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: